kurikulum

TIK sejak tahun 2004 (kurikulum KBK) telah masuk pada kurikulum resmi di seluruh sekolah, setidaknya menjadi mata pelajaran yang wajib dipelajari, dari sejak SMP, MTs  sampai SMA dan pada tahun 2006 menjelma diri menjadi kurikulum KTSP. Sejak itu pula, kurikulum terbentuk dan berjalan di seluruh sekolah se-Indonesia. Sebagai mata pelajaran yang baru masuk, TIK masih memiliki kekurangan di sana sini, yaitu :

  1. Korelasi dengan infrastruktur sangat kental, laboratorium komputer menjadi penentu utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran TIK di sekolah sehingga sekolah-sekolah yang tidak mampu mengadakan laboratorium komputer menjadi tidak bisa optimal
  2. Pendalaman materi yang kabur, maksud saya bahwa kurikulum yang ada kurang dapat merangsang para pendidik mata pelajaran TIK untuk membuat pendalaman materi yang lebih baik
  3. Pendidik mata pelajaran TIK di sekolah saat ini didominasi bukan oleh lulusan yang semestinya, yaitu oleh guru mata pelajaran lain dan lulusan ilmu komputer/informatika yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pendidik
  4. Pemahaman bahwa pelajaran TIK adalah pelajaran yang hanya akan menjadikan peserta didik menjadi seorang operator berbagai perangkat lunak.

Dari ke-empat alasan diatas menggambarkan bahwa kurikulum TIK di SMP maupun SMA belum memiliki roh yang seharusnya ada dalam kurikulum TIK (krisis identitas), padahal sepanjang pengetahuan saya bahwa TIK semestinya dapat mengantarkan peserta didik yang berwawasan luas dan bertindak arif berdasarkan teknologi mutakhir yang berkembang, tidak hanya menjadikan seorang yang hanya bisa klik kanan, klik kiri, drag dan copy paste!. Sebuah tantangan bagi para guru TIK!!.

Salah satu solusi dari permasalahan diatas salah satunya adalah dengan memasukkan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) kedalam kurikulum TIK saat ini. Pengetahuan Teknologi Dasar secara garis besar adalah konsep pemahaman terhadap suatu teknologi dari sudut pandang yang ilimiah dan eksak. Dengan Pendidikan Teknologi Dasar ini, pendidik TIK dituntut untuk dapat menganalisa suatu teknologi yang akan diajarkan kepada peserta didik dari sudut pandang yang mendalam sehingga dapat menyampaikan kepada peserta didik bahwa teknologi lahir dari beberapa disiplin ilmu yang saling berhubungan, sehingga tidak hanya menyampaikan “bagaimana melakukannya?” tapi juga “bagaimana itu lahir?”.

Memang diakui, bahwa TIK baru lahir tahun 2004 yang sampai saat ini kurikulumnya pun belum pernah dikaji kembali oleh Pusat Kurikulum (Puskur) Depdiknas pasti menyisakan “celah” yang tidak sedikit, akhirnya kita memang harus terus mendorong agar pendidikan TIK pada khususnya dan pendidikan pada umumnya dapat terus berkembang dan benar – benar dapat menjadikan peserta didik yang cerdas, bertaqwa dan berakhlakul karimah. Amiin.

source : http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-roh-kurikulum-TIK-??/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s